Terhapusnya pahala karena tidak memakai jilbab

Seseorang yang bersumpah palsu saja dimuka pengadilan adalah berat hukumannya, apalagi seorang yang berjanji palsu dihadapan Allah, tentu berat hukuman didalam neraka, yaitu sampai di gantung dengan rambutnya hingga mendidih otaknya.[1] Kaum wanita menyangka bahwa tidak memakai jilbab adalah dosa kecil yang tertutup dengan pahala yang banyak dari shalat, puasa, zakat dan haji yang mereka lakukan. Ini adalah cara berpikir yang salah harus diluruskan. Kaum wanita yang tak memakai jilbab, tidak saja telah berdosa besar kepada Allah, tetapi telah hapus seluruh pahala amal ibadahnya sebagai bunyi surat Al-Maidah ayat 5 baris terakhir yang artinya sbb:

“….. Barang siapa yang mengingkari hukum-hukum syariat Islam sesudah beriman, maka hapuslah pahala amalnya bahkan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi”.

Sebagaimana telah diterangkan dimuka, memakai jilbab bagi kaum wanita adalah hukum syariat Islam yang digariskan Allah dalam surat An-Nur ayat 59. Jadi kaum wanita yang tak memakainya, mereka telah mengingkari hukum syariat Islam dan bagi mereka berlaku ketentuan Allah yang tak bisa ditawar lagi, yaitu hapus pahala shalat, puasa, zakat dan haji mereka?.

Sikap Allah diatas ini sama dengan sikap manusia dalam kehidupan sehari-hari sebagai terlambang dari peribahasa seperti:“Rusak susu sebelanga, karena nila setitik,”. Contoh segelas susu adalah enak diminum. Tetapi kalau dalam susu itu ada setetes kotoran manusia, kita tidak membuang kotoran tersebut lalu meminum susu tersebut, tetapi kita membuang seluruh susu tersebut.

Begitulah sikap manusia jika ada barang yang kotor mencampuri barang yang bersih. Kalau manusia tidak mau meminum susu yang bercampur sedikit kotoran, begitu juga Allah tidak mau menerima amal ibadah manusia kalau satu saja perintah-Nya diingkari.

Di dalam surat Al A’raaf ayat 147, Allah menegaskan lagi sikapNya terhadap wanita yang tak mau memakai jilbab, yang berbunyi sbb.:

“Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, juga mendustakan akhirat, hapuslah seluruh pahala amal kebaikan. Bukankah mereka tidak akan diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan?”

Kaum wanita yang tak memakai jilbab didalam hidupnya, mereka telah sesuai dengan bunyi ayat Allah diatas ini, hapuslah pahala shalat, puasa, zakat, haji mereka.

Sungguh-sungguh betul harus dikasihani wanita seperti ini dengan menyadarkan mereka supaya patuh kepada Allah, yaitu keharusan memakai jilbab didalam hidup mereka. Kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, mengucapkan “Allahu Akbar” didalam shalat mereka, yang artinya “Allah Yang Maha Besar”, Dialah yang Maha Kuasa dan pemimpin tertinggi yang harus dipatuhi seluruh perintahNya, sedang dia adalah hamba Allah yang lemah dan hina dina yang tak berdaya sama sekali.

Tetapi diluar shalat dia tak mau memakai jilbab yang melambangkan ciri khas seorang wanita muslimah. Kalau begitu ucapan “Allahu Akbar” didalam shalat mereka adalah kosong tidak berbekas dihati mereka.

Jadi dapat dimengerti kenapa shalat mereka tidak ada nilainya disisi Allah, atau telah hapus pahalanya sesuai dengan bunyi surat Al Maidah ayat 5 baris terakhir dan surat Al A’raaf ayat 147 di atas tadi.

Kaum wanita yang tak mau memakai jilbab berada dalam neraka sebagaimana bunyi hadits Nabi Muhammad SAW diatas, juda ditegaskan Allah sebagaimana firmanNya di dalam surat Al A’raaf ayat 36 yang artinya seperti:

“Adapun orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya”.

Kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, adalah mendustakan ayat Allah surat An Nur ayat 31 dan Al Ahzab ayat 59 dan menyombongkan diri terhadap perintah Allah tersebut, maka sesuai dengan bunyi ayat tersebut diatas mereka kekal didalam neraka.

Ummat Islam selama ini menyangka tidak kekal didalam neraka, karena ada syafaat atau pertolongan Nabi Muhammad SAW yang memohon kepada Allah agar ummat yang berdosa dikeluarkan dari neraka. Mereka yang dikeluarkan Allah dari neraka, mereka yang dalam hidupnya ada perasaan takut kepada Allah. Tetapi kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, tidak ada perasaan takutnya akan siksa Allah, sebab itulah mereka kekal didalam neraka.

Seseorang yang sadar akan dosanya digambarkan Nabi Muhammad SAW seperti bunyi hadits yang artinya seperti:

“Sesungguhnya seorang mukmin dosanya itu bagaikan bukit besar yang kuatir jatuh padanya, sedang orang kafir memandang dosanya bagaikan lalat yang hinggap diatas hidungnya”. (Riwayat: ……………………)

Sekarang kaum wanita yang tak mau berjilbab, dapat menanya hati nurani mereka masing-masing. Apakah terasa berdosa bagaikan gunung yang sewaktu-waktu jatuh menghimpitnya atau bagaikan lalat yang hinggap dihidung mereka?.

Kalau kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, menganggap enteng dosa mereka bagaikan lalat yang hinggap dihidungnya, maka tak akan bertobat didalam hidupnya. Atau dalam perkataan lain tidak ada perasaan takutnya kepada Allah, sebab itu mereka kekal didalam neraka sebagaimana bunyi surat Al-A’raaf ayat 36 di atas. Jadi mereka tak mendapat syafaat atau pertolongan Nabi Muhammad SAW nanti di akhirat.

Banyak sekali kaum wanita yang tak berjilbab sungguhpun mereka mendirikan shalat, puasa, zakat dan haji, tetapi telah hapus nilai pahalanya disisi Allah telah terjadi di zaman kita ini dan akan berketerusan sampai hari kiamat, kecuali dakwah menghidupkan risalah jilbab ini dikerjakan bersama-sama oleh seluruh ummat Islam, yaitu dengan mencetak ulang buku yang tipis ini dengan jumlah yang banyak dan disebarkan secara cuma-cuma ketengah-tengah ummat Islam.

Sesungguhnya banyak kaum wanita yang hapus pahala shalatnya yang hidup di zaman ini dan di zaman yang akan datang, semata-mata karena mereka tidak memakai jilbab didalam hidup mereka, telah diisyaratkan Nabi Muhammad SAW dikala hidup beliau sebagaimana bunyi hadits dibawah ini yang artinya sbb:

“Ada satu masa yang paling aku takuti, dimana ummatku banyak yang mendirikan shalat, tetapi sebenarnya mereka bukan mendirikan shalat, dan neraka jahanamlah bagi mereka”. (Riwayat: ……………………)

Tafsir “…sebenarnya bukan mendirikan shalat…” dari hadits diatas, ialah nilai shalat mereka tidak ada disisi Allah karena telah hapus pahalanya disebabkan kaum wanita mengingkari ayat jilbab. Begitulah Nabi Muhammad SAW memberi peringatan kepada kita semua, bahwa banyak ummatnya dari kaum wanita yang masuk neraka biarpun mereka mendirikan shalat, tetapi tidak memakai jilbab didalam hidup, apakah kita yang mengaku mencintai sesama ummat Nabi Muhammad SAW akan diam berpangku tangan membiarkan kaum wanita berada berketerusan dalam dosa ?.

About these ads

52 thoughts on “Terhapusnya pahala karena tidak memakai jilbab

    • ohh..masalah jilbab yehhh…untuk ukhti /akhwat ati2 tuh yg blum memakai jilbab nti di akhirat di tanya sama Allah azza wajalla. fungsi dan makna memakai jilbab 1. sebagai penutup aurat 2. sebagai pembeda wanita kaum yahudi dan wanita kaum islam 3. melindungi muslimah dari fitnah 4. diangkat derajatnya oleh Allah 5. sebagai perisai dai zinah ..dan ingatlah kembali sabda rasul kita bahwa nanti di neraka lebih banyak kaum wanita , apa kalian kaum muslimah masih bergeming dengan fakta ini..dan ingatlah siapa yg menyeru kalian untuk memakai jilbab?? dialah rasulmu dan dialah Tuhanmu. apa kalian masih meragukan lag,,sungguh jika kalian masih tidak memperdulikan perintah ini nerakalah tempat-mu..wallah hu a’lam bishowabb..

  1. hizbullah
    belom siapnya kenapa maz…..
    kalo belum siapnya karena sengaja tidak mau ya dosa……
    hukum memakai jilbab khan jelas wajib maz… (Q.S Al-Ahzab : 59 dan Q.S An-Nur: 31)
    tapi kalo alasannya malu, kenapa harus malu melaksanakan syari’at Islam, kanapa harus malu kepada sesama makhluk dan tidak malu kepada Allah yang telah menghidupkan dan mematikan qta, yang telah memberi kita nikmat yang tidak dapat kita hitung berapa banyak nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita.
    Wallahu a’lam

  2. setuju dg siboy…

    wanita sekarang kebanyakan malu pada identitasnya sebagai muslim. banyak yg malu berjilbab karena takut dikatain nggak gaul, gak modis, gak fashionable dan org yg taat cenderung dianggap udik. naudzubillah..

    wanita2 sekarang banyak yg riya’. seharusnya mereka takut, malu, mengabdi hanya kpd Alloh SWT. tapi jaman sekarang banyak wanita yg lebih malu dg manusia yg lain drpd malu kepada Alloh. lebih mengindahkan kata2 manusia lainnya drpd melaksanakan perintah2 yg bersumber dr firman Alloh SWT.

    Kewajiban yg sudah ditetapkan Alloh SWT dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sering kali disepelekan dan dianggap tidak penting untuk diindahkan. Kebiasaan para wanita tidak menggunakan jilbab seolah2 menjadi mindset baru dan merupakan hal yg benar.. karena banyak org tidak memakai jilbab (yg notabene ingin memamerkan rambutnya, keindahan dan lekak-lekuk auratnya) lantas seolah2 itu menjadi hal benar.

    bener2 sedih dg teriakan2 kebebasan jaman sekarang..

  3. Assalamualaikum …
    Alhamdulillah sy sudah berjilbab & InsyaAllah kan terus istiqamah. Krn sy tau berjilbab bagi wanita muslim adalah WAJIB.
    Tapi sy masih bingung untuk menyadarkan kakak perempuan sy yg semasa menikah selalu berjilbab tapi setelah defforce malah menanggalkan jilbabnya. Sy sudah pernah menyindir tapi sepertinya dia malah enjoy dng keadaannya skrg(tanpa jilbab) sampai2 mempublikasikan foto saat senamnya di faceBook.
    Mohon sarannya apa yg harus sy lakukan .Saya sayang kakak saya

    • Wassalamu’alaikum wr wb.

      Jangan pernah menyerah untuk mengingatkan kepada kebaikan, apalagi kepada orang – orang yang kita sayangi, Tanyakan padanya sebab ia melepas jilbabnya, maaf bukan berburuk sangka tp mungkin ia berputus asa pada rahmat Allah setelah apa yang terjadi dalam kehidupanya dan menyangkut tentang publikasi foto2 itu mungkin adalah sebagai pelampiasan kekecewaanya.

      Ingatkan padanya bahwa apapun yang terjadi dalam perjalanan hidup kita adalah atas kehendak Allah, semakin berat ujian yang kita hadapi adalah bukti kecintaan Allah pada kita, dan akan semakin baik jika kita ikhlas dan tegar menjalani. ingatkan padanya bahwa kehidupan yang sebenarnya adalah setelah kita mati. dan beritakan pula ancaman Allah kepada wanita yang melepas jilbabnya.

      Jika saudariku sangat sayang padanya tentunya tidak akan pernah merasa lelah untuk mengingatkanya dan mengajaknya kembali kepada jalan yang lurus.

      maaf jika ada kata2 yang kurang berkenan.

  4. Ass
    Apakah perintah jilbab hanya terbatas di fisik saja? karena hampir kebanyakan hadis (betul atau tidak)hanya menekankan pada kewajiban menutup aurat dan sedikit yang membahas dengan menjilbabi hati.
    Wass

  5. saya mau tanya.
    kalau alasan blm memakai jilbabnya krn ingin memperbaiki iman/ segala sesuatunya ke arah kebaikan gmn? atau krn msh mrasa tkut kalo jilbab itu malah jd jelek krn perbuatan kita yg msh jelek. jd mau bgusin iman dll nya dlu kalo sdh mntab baru pake.

    • Assalamu’alaikum,

      Karena sayangnya Allah kepada kaum hawa, maka diwajibkanlah wanita untuk memakai jilbab. selain perintah wajib dari Allah jilbab juga berfungsi sbg penutup aurat, untuk lebih lengkapnya alasan memakai jilbab dpt anda klik di link berikut
      dengan menyegerakan memakai jilbab, insya allah jilbab itulah yang akan menjadi pemulia sekaligus pengendali bagi diri kita dari perilaku yang masih kurang baik. dg anda memakai jilbab maka insya Allah, Allah akan menjadi Ridho pada diri anda maka cukuplah Allah sebagai penolong bagi kita…

      Memang mungkin akan terasa agak berat saat awal mulai memakainya, akan tetapi jika kita menunda-nunda untuk segera mengenakan jilbab, tidakah anda sadar bahwa hidup kita hanyalah saat ini, bukan satu jam kedepan, bukan pula esok ataupun hari2 kemaren, lakukanlah yg terbaik saat ini untuk kebaikan kita diesok hari, semoga kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk bisa melihat esok hari…

      maaf apabila ada salah kata atu kata yg kurang berkenan…

      Wassalamu’alaikum wr wb

      • Kalau saya boleh mengatakan, anda telah memiliki niat, akan tetapi masih terganjal dengan ketakutan dan kegelisahan yang anda ciptakan sendiri, berhati-hatilah karena setan selalu setia untuk menyesatkan anak cucu Adam, jangan sampai niat anda pupus dengan tidak menyegerakan merealisasikan niat baik anda. Akan tetapi kalaupun memang masih terasa sangat berat untuk berjilbab, boleh sekiranya anda mengenakan baju panjang dahulu untuk sementara, sementara disini tidak berarti lama lho :-) anda harus tetap menjaga niat dan berusaha untuk segera merealisasikannya.

        “Muslim yang paling baik bukanlah mereka yang tak pernah berbuat kesalahan. Namun mereka yang tiap kali berbuat salah, Ia sadar dan berusaha bertaubat, kemudian mau memperbaikinya.”

      • Insya Allah kami do’akan, semoga niat baik saudariku dapat segera tercapai, Allah bless U too.. ;-)

  6. Asslm, saya baru saja memulai mamaki jilbab dan berniat terus utuk memperbaikinya. Tapi suatu ketika saya menangkap basah perzinahan dengan wanita berjilbab yang sering mejadi pembawa aca suatu pengajian ibu2 di rt saya. Saya jadi nek dan mulai melepas jilbab, karena saya merasa kecewa. Mohon doa untuk saya ….

    • Iya Insya Allah akan kami do’a kan agar anda segera mengenakan jilbab lagi, dan semoga tak akan melepasnya lagi meski apapun yang terjadi.

      sesungguhnya kelak kita hanya akan ditanya tentang pertanggungjawaban kita terhadap Allah, bukan ditanyakan tentang tanggung jawab orang lain. jadi anda tidak perlu kecewa dengan tindakan orang lain. karena mereka yang akan menanggung dosa mereka sendiri atas segala perbuatan yang mereka lakukan, janganlah dengan mendapati peristiwa semacam itu, lalu dengan mudah setan menggoyahkan ketetapan hati anda, saran dari kami agar anda banyak beristighfar dan bersegeralah mengenakan jilbab anda lagi….

  7. Subhanalloh…Maha Suci Alloh..Allohu Akbar… mari kita serukan kepada muslimah agar selalu memakai jilbab…dan kita mulai dakwah kita dari kelurga, kerabat dan syi’arkan kepada seluruh ummat… Allohu Akbar…!!!

  8. astagfirullah, semoga Allah mengampuni dosa hamba-hambanya. .

    alhamdulillah, atas berkat rahmat dan hidayahnya, skrg sya sudah memakai jilbab. . ya walaupun baru seminggu. mohon doanya ya tmen2. agar sya dapat mempertahankan jilbab sya smpai akhir hayat sya, amin. .

  9. “….. Barang siapa yang mengingkari hukum-hukum syariat Islam sesudah beriman, maka hapuslah pahala amalnya bahkan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi”.

    dalil inilah yang kamu gunakan untuk menyatakan bahwa jika tidak berjilbab, maka pahala terhapus.

    bukankah syariat Islam ini luas? Amat luas.

    Penggunaan dalil ini, sungguh melemahkan. “Memaksa” orang untuk memakai jilbab karena landasan syariat, lalu bagaimana dengan syariat lainnya?
    Akan sama saja, jika kami melanggar satu atau lebih syariat Islam, tak hanya jilbab.
    Jika dikatakan, “Memakai jilbab adalah awal mulanya”
    Bisa saja, saya mengatakan, untuk apa memakai jilbab? Toh saya bisa memulai dari membenarkan amalan syariat lainnya. Toh akan sama saja, shalat saya tidak akan diterima jika saya melanggar syariat Islam yang lain, sekalipun saya memakai jilbab.

    Penafsiran dalil ini, terlampau sempit. Saya jadi merasa Islam itu begitu malang. Sangat malang.

    Mohon penjelasannya.

    • untuk memulai suatu kebajikan pastilah harus dimulai dengan suatu kebajikan. Jadilah islam yang kaffah. Memakai jilbab itu wajib dan merupakan salah satu jalan untuk melakukan kebijakan yang lain untuk menjadi wanita muslimah.

  10. saya sempat ada keinginan untuk mencoba pakai jilbab,, tapi masih ragu, jilbab seperti apa yang mesti dipakai.. kalau tidak memenuhi syarat(tidak syar’i percuma kan)..?

    apakah jilbab dan pakaian mesti syar’i…??
    apakah mesti seperti yang dipakai wanita arab…??

    mohon pencerahannya… ^_^

  11. ass..
    Saya dulu saat SMA sdh mmkai jilbab.
    Lalu saat di perguruan tinggi setelah bbrpa blan kuliah & mlihat tmn2 yg brjilbab pcran ap lg brdua2an rasanya gak pntas juga. Karna saya juga prnah mrasakan situasi seperti itu. Dan rasanya saya tidak pantas untuk mengenakan jilbab. Saya malu terhadap jilbab saya. Akhirnya saya melepasnya. Tapi setelah saya mendapat petunjuk dari Allah, saya ingin mngenakannya lagi, namun tobat yang sperti apa yang bisa saya lakukan untuk menebus dosa saya telah melepas jilbab demi nafsu belaka???
    Mohon pencerahannya.
    terima kasih :)

  12. Subhanallaah…..
    Baru tadi pagi ana jg memakai jilbab ,,
    INSYA ALLAH semoga kita smua yang sudah berada di jalan ini , tetap Istiqomah dan yang belum s’moga mendapatkan hidayah dari Allah Subhaanahu Wa ta’ala . Aaminn …..

    Jangan ada alasan apalgi krna kekecewaan kpada k’adaan atau pada orang lain hingga meninggalkan ketetapan ini … tetaplah berhijab/jilbab dan seiring itu mari kita trus tingkatkan kualitas keIMANan kita . Aamiin …

  13. assalamualaikum ..
    mau tanya nih .kalo memakai jilbab tetapi pas keluar rumah sebentar tidak dipakai , itu gimana ..

  14. Saudaraku…Jika Allah memerintahkan memakai jilbab laksanankanlah dgn ikhlas,,,tak usah banyak alasan gerahlah,,ngga gaul,,dLL.
    Pilih mana gerah didunia atau dibakar di Neraka ?
    Jika ada yg mengatakan ngga gaul,,,sesungguhnya itu adalah omongan syetan agar kalian masuk kedalam golongannya dan akan bersama2 didalam Neraka nantinya…mau??? karena sesungguhnya kaum Pria yg beriman sangat mendambakan calon istri yg sholehah…… :)

  15. Alhamdulilah, saya sudah berjilbab..
    meskipun baru, tpi saya sdah merasakan perbedaannya antara memakai jilbab dengan tidak memakai jilbab..
    InsyAllah akan terus ttap istiqomah …
    mohon doanya agar tetap terus memakai jilbab..
    Amiin ya Rabb…

  16. Assalamuallaikum..wr..wb
    Saudara2ku..
    Syukur alhamdulilah saya sudah berjilbab sejak kuliah..
    Semoga menjadikan aku sebagai muslimah yang bisa menepati janji dihadapan Allah untuk menjalankan syariat’Nya..walaupun belum sepenuhnya menjadi orang muslimah suci dihadapanNya..paling ngga ada niat untuk memenuhi sedikit janjiku padaNya.
    Sekarang saya mau minta saran…wahai saudaraku sesama muslim..
    Saya punya kakak perempuan yang sudah menikah terkadang sering saya sarankan untuk mengenakan jilbab tujuannya agar mendapatkan derajat yang kebih tinggi dihadapan Allah SWT dan suaminya..tapi jawabanya selalu belum siap untuk mengenakannya..dengan cara apa lagi agar dia mau berjilbab??..
    Yang kedua saya punya temen2 perempuan yang belum berjilbab..kadang saya juga memberi sedikit saran agar berjilbab..tapi yang saya dapat malah jadi debat kusir dan pada akhirnya mungkin ada yang merasa tersinggung dan sakit hati..Apakah hal itu menjadi dosa buatku??

    Minta Sarannya ya..terimakasih..
    Walaikumsallam..Wr..Wb..

  17. assalamualaikim.sy sdh mnggunakan jilbab tp jika hax kluar rumah tp trkadang juga klo cm dskitaran tetangga sy tdk mmakai jilbab,sbenarnya sy pengen sx mnggunakan jilbab diluar maupun dlm rumah tp yg mnjadi penghalang kkurangan pakaian dsebabkn kkurangan biaya…mohon saranx

  18. berjilbab membuat hati lebih tenang..dan itulah kebahagiaan hidup yaitu ketenangan hati…semoga semua muslimah diberi ke istiqomahan hati untuk senantiasa berjilbab….keep update yaa artikelnya …salam

  19. Sya ingin brtnya dosa kah kta memaksa istri memakai jilbab wlo pun hnya d dlm rumah dan istri slalu kbratan, krn sya sngt menyukai istri apa bila dia slalu memakai jilbab

  20. assalamualaikum, saya baru seminggu memakai jilbab,namun saya kl dikosan atau keluar sebentar tidak memakai jilbab, bagaimana dengan hukumnya?:-)

  21. Assalamualaikum, wr. wb.
    Saya mempunyai niat untuk memakai jilbab pada saat saya mendapat masalah dengan pacar saya, di situ saya merasa berdosa besar kepada Allah. Dan dari masalah itulah saya merasa saya seperti di beri hidayah & berkah dari Allah untuk masalah saya tersebut.
    Saya mau tanya : Apakah itu bisa di sebut dengan hidayah yang di berikan Allah kepada saya?
    Terima kasih.
    ditunggu balasanya.
    Wassalamualaikum, wr. wb.

  22. Syariat Islam itu ada 2 : Alqur-an dan Al-Hadist shahih, jadi bukan bukan asal tafsir sendiri, tapi tafsir ahli ulama, tapi sejarah tentang Jilbab dalam Islam yang lengkap.
    Allah dan kebijakan Rosulullah Muhammad SAW merupakan kombinasi PATEN, tak ada manusia sebelum dan sesudahnya yang dapat menandingi Beliau.
    Kalau mengajarkan memasak jangan hanya memberi tahu syarat dan bumbunya, tapi jua bagaimana cara memasaknya dan mengajarkannya sampai bisa. Begitupun dengan Dakwah Islam, bukan hanya memberitahu aturan dan sanksinya, tapi juga bagaimana mengajarkannya dengan tepat dan ihsan, serta istiqomah. Itu yang menjadi tantangan dalam Dakwah.

  23. makasii banged buat artikelnya , terjawab sudaa pertanyaan yg mengumpul diotak , kini telah kumantapkan hati , nurani ini telah menjawab . .
    insya alloh , semoga alloh meridhoi :) amiin

  24. saat ini saya bekerja sebagai penyanyi dan saya sangat mencintai dunia tarik suara… menyanyi adalah hoby saya dan allhamdllah menghasilkan uang,saat ini saya sedang mengumpulkan uang untuk registrasi kuliah tahun depan,,. maaf,,,,saya takut kalau saya memakai jilbab nanti job menyanyi saya berkurang bahkan tidak ada sama sekali,sedangkan saya ingin sekali kuliah… ingin sekali menyanyi sambil memakai jilbab,tapi saya takut tidak ada yang memakai saya dan akhirnya saya tidak bisa kuliah.. musik adalah dunia saya dan saya sulit untuk meninggalkannya…apakah boleh saat menyanyi saya tidak memakai jilbab,dan setelah itu saya memakai jilbab kembali…. mohon arahan….dan bimbingan

  25. saya sudah memakai jilbab tapi baru-baru ini, dan sebelumnya saya nggak tau, bagaimna,itu?? apakah sholat,puasa dan zakat saya tetap terhapus, atau bagaimana??

  26. Sy seOrg Istri yg ingn skali mmakai Jilbab,tp Swmi tdk Suka Dy blg Jilbabi dl Ht br Kepala! Apa yg hrs Sy lakukan???????

  27. Postingan yg cukup membuat saya penasaran.

    Boleh tlg share satu saja ayat al-quran selain an-nur ayat 31 yg merinci bagian tubuh wanita yg perlu ditutup? Kemudian fakta bahwa pd zaman Rasulullah masih hidup, apakah ada wanita yg menggunakan jilbab or was it just our ancestors interpretation of of Rasulullah SAW’s act of putting veils between his wife and friends whenever they come over? Karena menurut catatan sejarah, penggunaan jilbab di kalangan komunitas Muslim baru dimulai sejak 627 C.E. Correct me if I’m wrong :)

    Please don’t get me wrong, saya sedang tdk berusaha to raise an issue but it’s just a plain curiousity. After all, apalah arti keimanan apabila tidak didasari dengan ilmu bukan?

    Saya akan sangat berterima kasih apabila anda (seorang yg saya percaya memiliki pengetahuan ttg Islam yg sangat luas) dapat memberikan jawaban yg berisikan fakta yg logis dan terperinci serta tidak out of context.

    Mohon diingat bahwa saya sedang tidak menanyakan dosa atau hukuman bagi wanita yg tidak menggunakan jilbab. Pertanyaan saya hanya seputar fakta, alasan dan sejarah dari kewajiban penggunaan jilbab itu sendiri.

    • Quran Surat AnNur : 31
      Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

      Q.S Al Ahzab 59:
      Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

      dari ayat di atas ditafsirkan bahwa
      menutupkan kerudung sampai ke dadanya,
      tidak menampakkan perhiasannya kecuali kepada yg disebut pada ayat di atas
      disebutkan pula tentang aurat wanita (menampakkan hanya kepada anak yg belum mengerti/ belum akil baliq/ belum ada hasrat akan hawa nafsu birahi lah ky gitu, dsb)
      pada ayat setelahnya yaitu menutupkan jilbab ke seluruh tubuh mereka (sy yakin kamu bisa manafsirkan sendiri knp mesti menutupkan ke seluruh tubuh) ya tidak lain supaya tidak menimbulkan syahwat bagi yg melihatnya…

      jilbab tuh bisa dibilang istilah saja (bisa tudung, kerudung, kain panjang dsb) ya seperti yg sudah beredar di dunia selama ini (yg bener2 jilbab tapinya, bukan yg setengah setengah)

      kalo kamu bertanya tentang sejarah penggunaan jilbab bagi komunitas muslim kapan mulai berlakunya .. maaf saya bukan ahli sejarah.. anda bisa tanya ato googling (saya doakan semoga anda akan mendapatkan petunjuk tentang apa yg anda cari)

      Pada Q.S Al Ahzab bunyinya : Hai NABI, Katakanlah kepada… bla..bla..bla..
      Oleh karena saya sangat yakin dengan Al Quran (bukan yg lain, dan ini mutlak sbg bukti tentang keimanan saya terhadap Kitab/Firman Allah SWT).. jadi dapat disimpulkan bahwa dari zaman nabi pun sudah diwajibkan untuk menutupkan aurat wanita ini ke seluruh Tubuh…

      terima kasih…^^

  28. Bismillaahirrahmaanirrahiim…

    sekedar mengingatkan^^ (utk kebaikan kita semua umat Islam)
    dalam menyampaikan kebenaran, selain butuh keberanian juga butuh keilmuan.. (maaf di artikel ditulis An_Nur : 59) seharusnya tentang kewajiban menutup aurat bagi kaum hawa ini Q.S Al-Ahzab 59 dan An-Nur 31).. jangan sampai menyesatkan..

    Lantas Tafsir QS Almaidah ayat 5 lebih kurang begini :
    “Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.”

    Jadi tafsiran dari ayat di atas lebih kepada dihalalkannya bagi orang beriman utk hal2 yg baik-baik semisal makanan [yang bersih, sehat, bukan yg diharamkan (bangkai, darah yg mengalir, babi, dsb)], juga tentang wajib menikahi/tidak berzina/membayar mas kawin wanita yg baik2 atau wanita yg menjaga kehormatannya (ya salah satu contoh wanita yg beriman dan memakai jilbab tulen alias beneran hehe..) utk dinikahi.

    jadi penggalan dari bunyi ayat “barang siapa yang mengingkari/kafir setelah beriman” lebih kepada kejelasa ketetapan hukum dalam islam (tentang makanan yg baik dan wajib menikah/bukan berzina). gitu…^^

    Utk para akhwat, Jilbab/menutup aurat memang wajib dalam Islam (itu semua demi kebaikan ukhti2 sendiri), baca alqura dan yang penting baca dan pahami arti atau isi yg dikandungnya.. karena isi alquran itulah inti dari pedoman hidup kita supaya selamat dunia akhirat.. ajaran/ risalah yang disampaikan Nabi Muhammad adalah firman Allah yaa Isi dari Alquran itu.. jadi mesti dipelajari arti/tafsirannya…
    kalo kita mau mencontoh/mengikuti Nabi Muhammad (sebagai suri tauladan yg baik) ya amalkan apa2 yang disyariatkan dalam Alquran, karena yang diamalkan nabi Muhammad ya apa2 yang diperintahkan dalam Alquran tsb jg. (pelajari juga haditsnya juga dong ya..^^)

    Jilbab itu adalah salah satu cirikhas wanita Muslimah, selain itu biar selamat.. hindari hal2 yang melalaikan kita dan jg hawa nafsu yg menjerumuskan pada kesesatan, dosa, perbuata keji (berzina, dll). Hal tersebut misalnya PACARAN.. gak boleh ya.. karena yakin DEHH!! pasti ujung2nya adalah perbuatan keji/DOSA!!! (biar kata cowok bilang imannya setinggi apa kek, kalo pacaran pasti deh… rusak semua)…
    Kalo Pake Jilbab mesti yg longgar, biar gak gerah dan yg terpenting biar gak bikin napsu org yg liat (percuma dong kepala di tudungin, tapi body, aurat kemana mana) maaf.. ini benar2 dosa.. :(

    msh banyak yg harus kita pahami dan pelajari… jika ingin terjaga imannya… jauhi hal2 yg membawa kita pada maksiat, perbanyak perbuatan/amalan2 soleh yg mendekatkan kita pada ketaqwaan serta keimanan… aamiiinn…

    wassalam….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s