SATU DALAM KEBERAGAMAN

Adalah merupakan realita kehidupan bangsa Indonesia yang telah dianugrahkan oleh Allah sebagai bangsa yang memiliki perbedaan dalam segala hal baik suku, ras, agama, golongan, bahasa, adat-istiadat dan sebaginya. Oleh karena itu setiap warganegara dituntut agar dapat menerima segala perbedaan tersebut tanpa merasa asing di tengah-tengah perbedaan tersebut. Allah telah berfirman dalam Qs.Alhujurat 13

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Komentar bertahan »

KISAH AHLI SUFI, BISYR BIN HARITS AL-HAFI

Kita sangat mengenal seorang sufi besar, Bisyr bin al-Harits al-Hafi (150–227 H). Awal mula ia bertaubat dan memasuki dunia sufi, sebenarnya gara-gara secarik kertas yang tercicir dan dipijak orang ramai. Ia melihat kertas itu dengan hati yang sangat sedih. Sebab pada kertas itu ada tulisan Nama Allah. Lalu kertas itu ia ambil, bahkan kertas itu ia beli dengan harga satu dirham. Kemudian kertas itu dia bersihkan sampai bersih, lantas dia letakkan di celah-celah sebuah tembok.

Malamnya Bisyr al-Hafi bermimpi. Dalam mimpi itu ia mendengar suara yang berkata padanya, “Wahai Bisyr, engkau telah membersihkan nama-Ku, sungguh Aku bakal membersihkan namamu (tergolong orang yang baik-baik) di dunia dan di akhirat.”

Sejak mendengar kata-kata itu, Bisyr bertaubat dan menjadi sufi, bahkan tergolong tokoh sufi yang disegani di dunia.

Wallahu Alam.

Komentar (1) »

Bila kita belum menemukan aktifitas yang sesuai dengan bakat kita lahir& batin , bakatilah apapun aktifitasmu sekarang dengan rasasenang dan penuh keiklasan , Maka kita akan tampil secemerlang yang berbakat . karena betapa banyak contoh , Allah hebatkan hambanya

Komentar bertahan »

empat hal yang kita harus tahu

Ketahuilah, bahwa kita wajib mempelajari Empat hal sbb:

Pertama          : Ilmu

Yaitu mengenal Allah, mengenal Nabinya, dan memahami agama Islam; karena tidak boleh beribadah kepada Allah tanpa dasar ilmu. Siapa saja melakukan hal demikian, maka akan terjerumus dalam kesesatan,dan menyerupai orang-orang Nasrani dalam perbuatanya itu.

Kedua             : Amal

            Siapa berilmu namun tidak mengamalkannya maka ia telah menyerupai orang-orang Yahudi. Mereka berilmu, namun tidak mau mengamalkannya. Mereka beanggapan bahwa ia akan dimaafkan dihadapanNya karena kebodohannya. Mereka tidak tahu bahwa yang memiliki kesempatan uutuk belajar namun tidak melakukanya maka telah tegak hujjah terhadap dirinya. Peristiwa ini pernah ditimpakan kepada kaum Nuh, karena sikap mereka seperti tersebut pada surat Nuh ayat ke 7

yang artinya:

7. dan Sesungguhnya Setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.

Ketiga             : Dakwah kepadanya

Dakwah dan Ta’lim (pengajaran) merupakan fardhu kifayah. Kaum Bani Israil dilaknat karena tidak saling mengingatkan perbuatan atau tindakan kemungkaran.

Al-Maidah 79

yang artinya:

79. mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan Munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya Amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.

Keempat         : Sabar atas penderitaan dalam menuntut ilmu, mengamalkan, dan mendakwahkannya

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.