Kita sangat mengenal seorang sufi besar, Bisyr bin al-Harits al-Hafi (150–227 H). Awal mula ia bertaubat dan memasuki dunia sufi, sebenarnya gara-gara secarik kertas yang tercicir dan dipijak orang ramai. Ia melihat kertas itu dengan hati yang sangat sedih. Sebab pada kertas itu ada tulisan Nama Allah. Lalu kertas itu ia ambil, bahkan kertas itu ia beli dengan harga satu dirham. Kemudian kertas itu dia bersihkan sampai bersih, lantas dia letakkan di celah-celah sebuah tembok.
Malamnya Bisyr al-Hafi bermimpi. Dalam mimpi itu ia mendengar suara yang berkata padanya, “Wahai Bisyr, engkau telah membersihkan nama-Ku, sungguh Aku bakal membersihkan namamu (tergolong orang yang baik-baik) di dunia dan di akhirat.”
Sejak mendengar kata-kata itu, Bisyr bertaubat dan menjadi sufi, bahkan tergolong tokoh sufi yang disegani di dunia.
Wallahu Alam.