YAHUDI BUKAN KETURUNAN IBRAHIM

Pengakuan mereka sebagai keturunan Ibrahim Alaihissalam, merupakan klaim yang batil, ditinjau dari beberapa aspek berikut.

[1]. Batilnya klaim mereka sebagai keturunan Bani Israil, secara jelas Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan di dalam Al-Qur’an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nashrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nashrani. Katakanlah : “Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya”, Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan” [Al-Baqarah : 140]

[2]. Kitab suci mereka tidak lagi orsinil dan sudah terjadi perubahan. Mereka telah melakukan perbuatan tercela terhadap kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi Bani Israil, dengan melakukan tahrif (mengubah), memalsukan Baca lebih lanjut

Iklan

Jilbab dan Jenggot

Ada nuansa laen abis ditinggalin Ramadhan. Rono dan Rini, saudara kembar ini makin adem aja diliat, bukannya abis nyemplung di air es, tapi Rini yang dulunya tomboy and suka bikin geregetan cowok- cowok di SMU “Suka-Cita”, kini berubah jadi akhwat yang anggun dengan kerudung plus jilbabnya. Sedang saudara kembarnya, Rono mendadak jadi alim, kalo bicara sering pake idiom-idiom Islam, macam afwan, syukron. Padahal dulunya, ehm sobat pada tahu nggak? Dulunya Rono, playboy lho. Coba cewek mana sih, yang nggak pernah dikibulin ama Rono, mulai dari cewek kelas I ampe kelas III, kenal semua ama Rono, sampe si Ulin anaknya tukang kebon sekolahan aja kenal, hi..hi..hii…!!!

OK Sobat, itu tentang dua sobat kamu, mungkin masih banyak juga Rono dan Rini yang laen. Tapi paling nggak Rono & Rini-nya Imud, mewakili keadaan sobat, yang baru aja kelar Ramadhan. Kita bisa aja, menyingsingkan senyum (idih …senyum koq disingsing) atao bersyukur Alhamdulillah, ternyata nggak sedikit dari sobat kita akhirnya bisa nyadar and akhirnya mulai mengubah alur hidupnya. Yang dulunya suka dugem jadi pendiem, dulunya suka bikin ulah sekarang jadi soleh, pokoknya enak deh dipandang oleh mata, suejuuk gitu lho!!!

Berat nian untuk bisa seperti Rono and Rini. Pake jilbab yang menutup seluruh tubuh ditambah kerudung, Rono-nya kini tampil alim, nunduk kalo bicara ama lawan jenis, plus bulu di dagunya alias jenggot. BTW, setidaknya ada 2 fenomena yang berkembang yang bikin Rono and Rini harus kuat ngadepin cobaan sebagai generasi harapan umat, tampil all out islamy. Pengin tahu apa 2 fenomena itu? Simak kisah di buletin Imud ini. Ok Guys!!!

Baca lebih lanjut

DON’T VOTE STAY MUSLIM

Assalamualaikum wrwb….
Maaf beribu maaf kami haturkan kepada antum sekalian.Karena sudah lama sekali blog ni ga update..ya maklumlah..adminnya lagi sibuk latihan/idad buat bekal perang.he2…semoga rahmat dan karunia Allah selalu bersamamu.Tak lupa Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta sahabat dan

don't vote 4

don't vote 4

keluarganya..semoga kita mendapatkan syafaatnya di akherat nanti..amiin
Pas ana buka2

Lha Kok Pada Gade in Aqidah ama BATU…

ada2 aja...

ada2 aja...


ponari sweat

ponari sweat


ahh….gerah rasanya ane ama manusia2 di indonesia ini.Katanya mayoritas muslim terbesar di duniaaaa…..???islam banget man….tapi kq aqidahnya belang betong gitu.wadaw bisa gila gua mikirnya…kudu di gimana in ya mereka2 itu??aqidah man aqidah masak mau di tuker ama batu kali gitu…syirik lu2 pade…musyrik berabe ntar.huahaahaa

akkhhh..terserah ente semua lah,toh bukan gua ini yg nanggung dosanya…gua cuma ngasih saran n ngingetin doank titik.Udah tinggalkan aja yg mcem2 tuh.
Ni gua nukilkan dari webnya (http://www.muslimdaily.net/2009/02/05/Jebakan+Syirik+Pengobatan+Ponari.html).Hal ini sangat membahayakan aqidah umat Islam bila tidak berhati-hati karena bisa terjebak dalam kesyirikan atau penyekutuan terhadap Allah SWT.

“Saya imbau masyarakat berhati-hati. Sebab kemurnian akidah Islam bisa hilang karena percaya pada batu,” kata Ketua PD Muhammadiyah Jombang, dr Rahmat Hadi Santoso di kantornya, Kamis (5/2).

Menurut tokoh agama yang juga seorang dokter ini, penyembuhan yang dilakukan Ponari, tidak bisa dipertanggungjawabkan secara medis.

Pandangan serupa juga disampaikan Ketua Tanfidziyah NU Jombang, KH Ishrofil Amar. Saat ditemui di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), Ustadz Ishrofil menyatakan kekhawatiran terhadap kemurnian akidah Islam, saat warga berobat ke Ponari.

“Allah berhak memberi obat lewat apa dan siapa saja. Tapi jangan sampai percaya, jika batu itu yang menyembuhkan. Sebab bisa syirik,” kata Ustadz Ishrofil yang juga berprofesi sebagai pengasuh pesantren dan dosen Unipdu Jombang.

HARAM mengucapkan NATAL….!!

Assalamu’alaikum wr.wb.

Selamat Ulang Tahun Ya Tuhan!”Wakaakaa…baca dulu nih jangan ikut2an cengar-cengir kayak kuda gitu…!!!
Kepada saudara kita yang terhormat,

Saya akan coba memberikan penjelasannya, Agama islam terdiri dari 3 pilar: akidah yang harus dipahami dan diyakini, syariah berupa ketentuan-ketentuan hukum yg wajib diamalkan dan akhlak yaitu norma-norma dalam interaksi manusia. Baca lebih lanjut

Kibaran Jilbabmu Menggetarkan Hatiku

Kibaran Jilbabmu Menggetarkan Hatiku

Ukhty,

Ini bukan salahmu

Sungguh…

Syukurku pada-Nya

Jilbabmu telah sempurna

Tak ada cela tentangnya

Ukhty,

Begitu banyak hawa di sekitarku

Mereka adalah bukti kebenaran sabda Rasul kita

Merekalah kaum yang belum pernah dilihat Rasul kita

Mereka ada di sekitarku

Berpakaian tapi telanjang!

Tapi ukhty…

Mereka bukanlah apa-apa bagiku

Beribu jenis spesies dari mereka

Tak kan membuatku terpana

Tidak sekejap mata pun!

Tapi kau ukhty,

Kau begitu bercahaya

Dari tengah kerumunan orang pun

Aku tahu ada kau

Pertama cahayamu

Lalu terlihatlah ujung jilbabmu

Berkibar

Indah sekali…

Ukhty…

Jantungku berdetak cepat!

Mengetuk-ngetuk dadaku seakan ia hendak keluar

Apakah kau mendengar detaknya?

Ah, tentu tidak

Karena kau jauh

Tidak!

Kau tidak perlu mendekat!

Kibaran jilbabmu saja membuat hatiku bergetar

Apalagi jika kau mendekat

Dan wajahmu terlihat

Tidak…

Bisa pingsan aku dibuatnya!

Ya ukhty,

Begitulah…

Wanita-wanita itu tak mampu menggetarkan hatiku

Meski mereka berlenggak-lenggok menggodaku

Karena aku tahu

Kebahagiaan sejati

Hanya akan ku dapatkan

Bersama wanita berilmu sepertimu…

Seperti kawan-kawanmu…

Karena kalian

Adalah wanita-wanita berilmu

Selalu berlomba dalam kebaikan

Meski dunia mengabaikan…

Sementara aku hanyalah pecundang

Pria malang yang hanya mampu menghindar

Menjauh…

Pergi dari pesonamu…

Bukan ukhty,

Bukan salahmu aku pergi…

Tapi karena aku belum pantas untukmu

Dan belum mampu membahagiakanmu

Belum mampu membawamu terbang ke bulan

Atau sekedar memetik bintang

Belum mampu menjemputmu dengan kereta kuda

Apalagi avanza…

Jangankan gubuk derita

Tenda pun aku tak punya…

Maka lebih baik aku menghindar

Dan biarkan jilbabmu tetap berkibar…

Inspirasi di pagi hari, teringat curhatan seorang teman

Masih di Pejompongan

padamu negri kami berbakti itu Musyrik kawan!!!

ni dapet tulisan dari tetangga sebelah kawan…x aja bisa buat evaluasi buat semua…trnyata sjak qt kcil doeloe..ajaran2 yg mnyesatkan dari musuh Allah dah merasuk ke relung hati yg paling dalem yahh…duhhh sakitnya…skg kan udah pd GD tuh..udah pd pinter ngaji…ta’lim tiap senin pagi n malem, ada liqo jga…wah hebat2..mustinya tahu mana yg kdu diambil n mana yg kdu di buang…perhatikan baik2 lagu dibawah ini…:

….tapi aneh, si muslim yang pada waktu sholat subuh (tapi kebanyakan orang sekarang pada nggak sholat, tapi masih pingin disebut muslim) setengah lima pagi masih mengucapkan “inna shalati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil ‘alamin“. Jam tujuh pagi, padamu negri kami berjanji, padamu negri kami berbakti, padamu negri kami mengabdi, bagimu negri jiwa raga kami.

Coba bayangkan saudara-saudara sekalian. Itu disekolah Al Irsyad juga diajarkan, di Muhamadiyah juga. Nada lagunya jelas lagu gerejani, wong yang ngarang itu komponis kristen murni. Kemudian syairnya musyrik asli. Saudara-saudara sekalian, coba yang musyrik yang bagaimana lagi kalau bukan yang begitu?

Kalau Muslim jelas:

PadaMu Alloh kami berjanji

Padamu Alloh kami berbakti

PadaMu Alloh kami mengabdi

BagiMu Alloh jiwa raga kami

(Ustad Abdullah Sungkar)